Tampilkan postingan dengan label DASAR-DASAR SOSIOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DASAR-DASAR SOSIOLOGI. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

strukrur sosial

definisi struktur
Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial. Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Susunannya bisa vertikal atau horizontal.
Para ahli sosiologi merumuskan definisi struktur sosial sebagai berikut:
 George Simmel: struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
 George C. Homans: struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
 William Kornblum: struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku undividu.
 Soerjono Soekanto: struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosial.
B. Ciri-ciri Struktur Sosial

1. Muncul pada kelompok masyarakat
Struktur sosial hanya bisa muncul pada individu-individu yang memiliki status dan peran. Status dan peranan masing-masing individu hanya bisa terbaca ketika mereka berada dalam suatu sebuah kelompok atau masyarakat.
Pada setiap sistem sosial terdapat macam-macam status dan peran indvidu. Status yang berbeda-beda itu merupakan pencerminan hak dan kewajiban yang berbeda pula.

2. Berkaitan erat dengan kebudayaan
Kelompok masyarakat lama kelamaan akan membentuk suatu kebudayaan. Setiap kebudayaan memiliki struktur sosialnya sendiri. Indonesia mempunyai banyak daerah dengan kebudayaan yang beraneka ragam. Hal ini menyebabkan beraneka ragam struktur sosial yang tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Hal-hal yang memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia adalah sbb:

a. Keadaan geografis
Kondisi geografis terdiri dari pulau-pulau yang terpisah. Masyarakatnya kemudian mengembangkan bahasa, perilaku, dan ikatan-ikatan kebudayaan yang berbeda satu sama lain.
b. Mata pencaharian
Masyarakat Indonesia memiliki mata pencaharian yang beragam, antara lain sebagai petani, nelayan, ataupun sektor industri.
c. Pembangunan
Pembangunan dapat memengaruhi struktur sosial masyarakat Indonesia. Misalnya pembangunan yang tidak merata antra daerah dapat menciptakan kelompok masyarakat kaya dan miskin.

3. Dapat berubah dan berkembang
Masyarakat tidak statis karena terdiri dari kumpulan individu. Mereka bisa berubah dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Karenanya, struktur yang dibentuk oleh mereka pun bisa berubah sesuai dengan perkembangan zaman.

C. Fungsi Struktur Sosial
1. Fungsi Identitas
Struktur sosial berfungsi sebagai penegas identitas yang dimiliki oleh sebuah kelompok. Kelompok yang anggotanya memiliki kesamaan dalam latar belakang ras, sosial, dan budaya akan mengembangkan struktur sosialnya sendiri sebagai pembeda dari kelompok lainnya.
2. Fungsi Kontrol
Dalam kehidupan bermasyarakat, selalu muncul kecenderungan dalam diri individu untuk melanggar norma, nilai, atau peraturan lain yang berlaku dalam masyarakat. Bila individu tadi mengingat peranan dan status yang dimilikinya dalam struktur sosial, kemungkinan individu tersebut akan mengurungkan niatnya melanggar aturan. Pelanggaran aturan akan berpotensi menibulkan konsekuensi yang pahit.
3. Fungsi Pembelajaran
Individu belajar dari struktur sosial yang ada dalam masyarakatnya. Hal ini dimungkinkan mengingat masyarakat merupakan salah satu tempat berinteraksi. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sebuah struktur sosial masyarakat, mulai dari sikap, kebiasaan, kepercayaan dan kedisplinan.
D. Bentuk Struktur Sosial
Bentuk struktur sosial terdiri dari stratifikasi sosial dan diferensia

PROSES SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL

Pengertian proses sosial ialah pengaruh timbale balik antara berbagai segi kehidupan bersama. Sedangkan pengertian interaksi sosial merupakan hubungan sosial dinamis , menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antar individu dengan kelompok.
Syarat terjadinya interaksi:
1.     Adanya kontak sosial (sosial contact)
2.     Adanya komunikasi
Kontak adalah tahap pertama terjadinya interakasi sosial. Bentuk kontak sosial ada 3 yaitu;
1.     Individu dengan individu
2.     Kelompok dengan individu
3.     Kelompok dengan kelompok
Kontak juga dapat bersifat primer dan sekunder, kontak sekunder dapat dilakukan secara langsug maupun secara tidak langsung.
Komunikasi adalahbahwa seseorang member arti pada oerilaku orang lain, perasaan-perasaan apa yang ingin disampingkan oleh orang tersebut. Kemudian orang tersebut member reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang itu.
Bentuk-bentuk interaksi ;
1.     Cooperation kerjasama
2.     Competition pertentangan
3.     Conflik pertikaian
Pola-ola interaksi terjadi
1.     Akomodasi dalam situasi rutin
2.     Ekspresi pertemuan dan anjuran
3.     Interaksi strategis dan pertentangan
4.     Pengembangan perilaku massa
Kerjasama  ada karena ada orientasi para individu dengan kelompoknya.
Bentuk-bentuk akomodasi yaitu:
1.     Coercion
2.     Compromise
3.     Arbitration
4.     Mediasion
5.     Conciliation
6.     Toleration
7.     Stalemate
8.     Adjudication
Persaingan merupakan suatu proses di mana individu atau kelompok yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian umum dengan cara menarik perhatian prasangka yang telah ada. Tanpa mengunakan kekerasan atau ancaman.
Bentuk-bentuk persaingan :
1.     Persaingan ekonomi
2.     Persaingan kebudayaan
3.     Persaingan untuk mencapai satu kedudkan dan peranan yang tertentu dalam masyarakat
4.     Persaingan karena perbedaan ras
Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang fihak lawan dengan ancaman atau kekerasan.
Bentuk-bentuk pertentangan :
1.     Pertentangan pribadi
2.     Pertentangan rasial
3.     Pertentangan antara kelas-kelas sosial
4.     Pertentangan politik
5.     Pertentangan yang bersifat internasional

PEMBAHASAN DASAR ILMU SOSIOLOGI


Pengertian sosiologi yaitu ilmu yang mempelajri tentang struktur sosial dan proses sosial, serta perubahan sosial yang ada di dalamnya. Sosiologi dikategorika sebagai ilmu kemasyarakatan yang murni dan empiris, dan bersifat umum. Bila di bandingkan dengan ilmusosial lainya. Dalam mempelajari obyeknya yaitu masyarakat. Sosiologi juga mengunakan beberapa cara atau metode tertentu seperti ilmu pengetahuan lainnya. Dalam sosiologi tokoh yang sangat terkenal yaitu aguste comte, comte juga disebut sebagai bapak sosiologi. Pokok dari ajaran comte yaitu pembagian atas tiga tahap pemikiran manusia yaitu teoritis, metafisik, dan positif.
Perkembangan sosiologi di Indonesia, di tandai dengan ciri-ciri bahwa pada awalnya sosiologi hanya di anggap sebagai ilmu pembantu saja, dengan munculnya perguruan tinggi dan sosiologi sanggat penting dalam menelaah masyarakat Indonesia yang sedang berkembang ini, maka sosiologi menempati yang penting dalam daftar mata kuliah beberapa perguruan tinggi.